Jurnal Keperawatan dan Kesehatan https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2 <div style="text-align: justify;">JKK (Jurnal Keperawatan dan Kesehatan), with registered number ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1273563605" target="_blank" rel="noopener">2806-8375</a> (print), ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1455774300" target="_blank" rel="noopener">2528-0937</a> (online) is the scientific nursing journal published by Research and Public Devotion STIK Muhammadiyah Pontianak. It is on the national level that covers a lot of common problems or issues related to the Nursing Sciences. The aim journal is to up to date new research of nursing sciences and nursing sciences development for renewing&nbsp;knowledge and policies for nursing implementation.JKK (Jurnal Keperawatan dan Kesehatan) is published in print version since 2014 in three- terms, but in 2017 JKK is going to publish journals twice in two-term: April and October. Then, there is turnover for the journal cover.Please read these guidelines carefully. &nbsp;Authors who want to submit their&nbsp;manuscript to the editorial office of&nbsp;JKK (Jurnal Keperawatan dan Kesehatan) should obey the writing guidelines. If the&nbsp;manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will&nbsp;BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.Please Download&nbsp;the Template&nbsp;<a title="Petunjuk Penulisan" href="https://docs.google.com/document/d/1PBz_yZAkFfqaAiU5wRvu8DL-K8F0UtcRJdSz0QTMiok/edit" target="_self">HERE.</a></div> en-US jurnal@stikmuhptk.ac.id (Ns. Kharisma Pratama) jurnal@stikmuhptk.ac.id (Ns. Uji Kawuryan, M.Kep) Wed, 02 Jun 2021 15:07:29 +0700 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 GAMBARAN PENGETAHUAN CARE GIVER PASIEN DIABETES MELLITUS PADA PERAWATAN KAKI DIABETIK https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/146 <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar levels due to damage to insulin secretion. Neuropathy is a common complication of diabetes mellitus. One way to prevent neuropathy or other complications is to do regular foot care. The role of caregiver in diabetic foot care is important to improve the quality of life of patients living with diabetes mellitus. They need to be provided with the latest knowledge and support regarding diabetic foot care. Purpose: Study was to determine the relationship between care giver knowledge about diabetic foot care and foot ulcers at risk of developing ulceration in DM. Methods: This study was an analytical study with a cross sectional study design. The research sample was 40 respondents who met the criteria. The data were collected using a knowledge questionnaire with 20 questions and a risk observation sheet for diabetic foot.</em><em> <strong>Results:</strong> This study showed that most of the respondents had less knowledge about diabetic foot care, namely 26 (65%). The study also showed a relationship between the lack of knowledge about foot care and the risk of foot injury for people with diabetes, </em><em>a = 0.05 (95% CI). Conclusion: This study has proven that a care giver must be equipped with diabetic foot care competency, and&nbsp; DM patinets can avoid complications of diabetic foot ulcers. Nurse should provide education to the community regularly, especially on the novelty of the knowledge that has been gained either from research or from the experience gained in the clinic or nursing home</em><em>.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang di tandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah akibat kerusakan pada sekresi insulin. Neuropati merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering terjadi. Salah satu cara mencegahan neuropati atau komplikasi lainnya yaitu dengan melakukan perawatan kaki yang rutin. Peran care giver dalam perawtan kaki diabetik sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus. Mereka perlu diberikan pembekalan serta dukungan ilmu yang terbaru mengenai perawtan kaki diabetik. <strong>Tujuan:</strong> Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan care giver tentang perawatan kaki diabetik dengan kejadian kaki beresiko terjadinya ulkus pada penderita DM. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan&nbsp; rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 responden yang memenuhi kriteria. &nbsp;Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dengan 20 pertanyaan dan lembar observasi resiko kaki diabetik. <strong>Hasil:</strong> Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan kaki diabetik yaitu sebesar 26 (65%). Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara kurangnya tingkat pengetahuan tentang perawatan kaki dengan resiko terjadinya luka pada kaki penderita DM, <em>a</em><em>=</em>0.05 (CI 95%). <strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini telah membuktikan bahwa pendamping anggota keluarga yang sakit harus dibekali kompetensi perawatan kaki diabetik, dengan harapan penderita DM dapat terhindar dari komplikasi ulkus kaki diabetikum. Bagi kolega perawat untuk terus memberikan edukasi pada masyarakat khususnya terhadap kebaruan ilmu yang telah didapat baik dari penelitian ataupun dari pengalaman yang didapat diklinik atau rumah perawatan.</p> <p>&nbsp;</p> Kharisma Pratama ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/146 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700 PENGGUNAAN TEKNIK GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN NYERI DADA PASIEN ANGINA PECTORIS https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/142 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The main problem in Angina pectoris is transient chest pain or a feeling of pressure that occurs when the heart muscle is deprived of oxygen. Non-pharmacological therapy is a decision to help pharmacological therapy in reducing the scale of pain quickly, one of which is the Guided Imagery technique. This study aims to determine the effect of Guided imagery techniques on reducing pain in patients with Angina pectoris in the ICVCU Room of the Regional General Hospital Dr. Moewardi, Surakarta in 2019. This type of research is experimental with pre-experimental design with one-group type pre-test design. The instrument of data collection in this study was the Standard Operational Procedure Guided Imagery and observation sheet which included the name, age, sex and scale of pain before and after Guided imagery techniques. The subjects in this study were Angina pectoris patients according to inclusion and exclusion criteria. The analysis used was the Wilcoxon test. The results of data analysis on 40 respondents who were given Guided imagery relaxation showed a decrease in pain scale as evidenced by a significance value of 0,000, where the value of p &lt;0.05 so that H<sub>0</sub> was rejected. There is an effect of the Guided imagery technique on reducing patient pain with Angina pectoris as evidenced by changes in pain scale.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Angina pectoris, Guided imagery, Pain.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan utama pada <em>Angina pectoris</em> adalah nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen. Terapi non farmakologi merupakan suatu keputusan untuk membantu terapi farmakologi dalam menurunkan skala nyeri secara cepat salah satunya dengan teknik <em>Guided imagery</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik <em>Guided imagery</em> terhadap penurunan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; nyeri pasien dengan <em>Angina pectoris </em>di Ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi, Surakarta tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah <em>eksperimental</em> dengan desain pra eksperimen dengan jenis <em>one-grup pra post-test design</em>. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah <em>Standar Operational Procedure Guided imagery</em> dan lembar observasi yang meliputi nama, umur, jenis kelamin dan skala nyeri sebelum serta setelah dilakukan teknik <em>Guided imagery</em>. Subyek pada penelitian ini adalah pasien <em>Angina pectoris</em> sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis yang digunakan adalah uji <em>wilcoxon</em>. &nbsp;Hasil analisa data pada 40 responden yang diberikan relaksasi <em>Guided imagery</em> menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dibuktikan dengan nilai <em>significancy</em> 0,000, dimana nilai p &lt; 0,05 sehingga H<sub>0</sub> ditolak. Ada pengaruh teknik <em>Guided imagery</em> terhadap penurunan nyeri pasien dengan <em>Angina pectoris</em> dibuktikan dengan perubahan skala nyeri.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : <em>Angina pectoris</em>, <em>Guided imagery</em>, Nyeri</p> <p>&nbsp;</p> suyanto yanto yanto ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/142 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700 BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI DAN MEKANISME KOPING REMAJA https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/143 <p><strong><em>BODY SHAMING</em></strong><strong> DENGAN HARGA DIRI DAN </strong></p> <p><strong>MEKANISME KOPING REMAJA</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Fathul Khoir, Tutur Kardiatun, Cici Ultari, Parliani, Lidia Hastuti</strong></p> <p>STIK Muhammadiyah Pontianak</p> <p><a href="mailto:khoir@stikmuhptk.ac.id">khoir@stikmuhptk.ac.id</a></p> <p><strong>&nbsp;</strong><strong><em>A</em></strong><strong><em>bstract</em></strong></p> <p><em>Background: adolescents have experienced body shaming which causes changes in self-esteem that stimulate adaptive or maladaptive coping mechanisms. Objective: to determine the relationship between body shaming and self-esteem with coping mechanisms adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir. Methods: descriptive research with cross sectional correlation approach, total sampling technique amounted to 50 students. The instrument uses the body Shaming Checklist sheet, Rosenberg Self-Esteem Scale, and Ways Of Coping. Results: There is no relationship between body shaming and adolescent self-esteem at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.596), and there is no relationship between body shaming and coping mechanisms in adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.456). Conclusion: majority of adolescents in SMAN 2 Mempawah Hilir have high or positive self-esteem with adaptive coping mechanisms. Some teenagers stated that body shaming is a criticism to improve themselves, divert body shaming in a spiritual way, such as prayer being given patience, and being ignorant. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Body Shaming, Self-Esteem, Coping Mechanism</em></p> Tutur Kardiatun ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/143 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENULARAN INFEKSI HIV/AIDS PADA ODHA DI PUSKESMAS LIMAPULUH https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/139 <p><strong><em>Abstrak </em></strong></p> <p><em>HIV/AIDS merupakan salah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh </em><em>Menurut WHO tahun&nbsp; 2017 di dapatkan kasus terinfeksi HIV sebanyak 14.640 orang, dengan faktor risiko tertinggi pada heteroseksual (22%), dan AIDS sebanyak 4.725 orang, dengan faktor risiko tertinggi pada heteroseksual (17%).&nbsp; Penularan HIV dan AIDS di Indonesia tertinggi disumbangkan oleh hubungan seks berisiko heteroseksual sebesar 66,7%</em><em>. Berdasarkan survey awal yang dilakukan terhadap 5 orang ODHA di Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru didapatkan 3 orang heteroseksual&nbsp; ODHA terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan seksual&nbsp; dan 2 orang lagi tertular malalui jarum suntik semua responden tidak konsisten menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Tujuan penelitian </em><em>untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penularan infeksi HIV/AIDS pada ODHA. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi 103 orang jumlah sampel sebanyak 49 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. </em><em>Hasil penelitian mayoritas responden terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan seksual yaitu sebanyak 46 orang (93,3%) dan minoritas tertular melalui non seksual sebanyak 3 orang (6,1%). Puskesmas Limapulah diharapkan untuk memberikan informasi terkait faktor-faktor penyebab penularan infeksi HIV/AIDS terutama yang berhubungan dengan seksual berisiko.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci :</em></strong><em>Faktor-Faktor&nbsp; Penularan Infeksi HIV/AIDS Pada ODHA</em></p> Afritayeni - - ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/139 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700 PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK SAHABAT CARE PONTIANAK https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/130 <h1>PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK SAHABAT CARE PONTIANAK</h1> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Rizal Mustakim</strong></p> <p>STIK Muhammadiyah Pontianak</p> <p>leo.boy_rizalmustakim@yahoo.co.id</p> <p>&nbsp;</p> <h2>Abstrak</h2> <p><strong>Latar Belakang </strong>Diabetes melitus ditandai dengan adanya hiperglikemia, yaitu merupakan keadaan yang menunjukan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Namun, di Indonesia metode dan praktisi bekam belum terstandarisasi. Untuk itu perlu diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bekam terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Tujuan</strong> Mengamati dan menganalisis pengaruh bekam basah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Rumah Perawatan Luka, Stoma &amp; Inkontonensia “ Sahabat Care” Pontianak.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Metode</strong> Penelitian ini merupakan penelitian <em>quasi experimental design </em>dengan <em>one group pretest-posttest design</em>. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang menggunakan bekam basah yang dipilih dengan metode <em>purposive sampling</em>. Kadar gula daraH diukur menggunakan Alat Safe Aq. Pengukuran dilakukan saat sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji parametrik <em>Paired t-Test</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Hasil </strong>Didapatkan penurunan kadar gula darah sebesar 24,77% dengan perbedaan yang bermakna (p=0,000) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diterapi bekam basah.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kesimpulan </strong>Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah sebelum dan sesudah di terapi bekam basah, meskipun pasien tetap mengkonsumsi obat anti diabetes.</p> <p>&nbsp;</p> <h1>Kata Kunci: Bekam, diabetes melitus, kadar gula darah</h1> Rizal Mustakim ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/130 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700 GAMBARAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI UNIT RAWAT INAP VIP RUMAH SAKIT KHARITAS BHAKTI PONTIANAK https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/131 <p><strong>Latar Belakang : </strong>Setiap rumah sakit dituntut harus dan mampu mewujudkan pelayanan yang efisien, efektif dan bermutu secara paripurna serta&nbsp; berorientasi pada kepuasan&nbsp; pasien. <strong>Tujuan : </strong>Mengetahui gambaran kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kepuasan pasien di unit rawat inap VIP Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak.</p> <p><strong>Metode penelitian : </strong>Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan <em>purposive </em>sampling dengan menggunakan 33 responden penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat dengan menggunakan <em>Mann-Whitney Test.</em></p> <p><strong>Hasil penelitian </strong>: Hasil penelitian responden yang paling banyak usia 34-46 tahun, 6 pasien atau sebanyak 18.2 % dari usia pasien dengan rentang usia 47-58 tahun, 6 pasien atau sebanyak 18.2 %, jenis kelamin yang dominan sebanyak 54.5 % dari total jumlah pasien adalah pria, responden berdasarkan lama perwatan&nbsp; 54.5% dengan jumlah pasien sebanyak 18 orang dengan lama perawatan selama 3 hari sedangkan berdasarkan status perkawinan sebanyak&nbsp; 30 tatau 90.9 responden berdasarkan Status perkawinan responden, yakni sebanyak dari semua responden sebesar 42.4% dari total jumlah responden adalah Tamat SMA, dari semua responden 18 responden atau sebesar 54.5% dari total jumlah responden memiliki penghasilan antara 3.000.000 – 5.000.000, terakhir berdasarkan frekuensi perawatan 12 responden atau sebesar 36.4% dari total jumlah responden adalah sebanyak tiga kali atau lebih.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Sebagian besar responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelayanan keperawatan di Unit Rawat Inap VIP RS. Kharitas Bhakti.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Kepuasan pasien</p> Desti Dwi Ariani ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikmuhptk.ac.id/index.php/JK2/article/view/131 Fri, 30 Apr 2021 00:00:00 +0700