PENGGUNAAN TEKNIK GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN NYERI DADA PASIEN ANGINA PECTORIS

  • suyanto yanto yanto poltekkes surakarta
Keywords: Keywords: Angina pectoris, Guided imagery, Pain.

Abstract

ABSTRACT

The main problem in Angina pectoris is transient chest pain or a feeling of pressure that occurs when the heart muscle is deprived of oxygen. Non-pharmacological therapy is a decision to help pharmacological therapy in reducing the scale of pain quickly, one of which is the Guided Imagery technique. This study aims to determine the effect of Guided imagery techniques on reducing pain in patients with Angina pectoris in the ICVCU Room of the Regional General Hospital Dr. Moewardi, Surakarta in 2019. This type of research is experimental with pre-experimental design with one-group type pre-test design. The instrument of data collection in this study was the Standard Operational Procedure Guided Imagery and observation sheet which included the name, age, sex and scale of pain before and after Guided imagery techniques. The subjects in this study were Angina pectoris patients according to inclusion and exclusion criteria. The analysis used was the Wilcoxon test. The results of data analysis on 40 respondents who were given Guided imagery relaxation showed a decrease in pain scale as evidenced by a significance value of 0,000, where the value of p <0.05 so that H0 was rejected. There is an effect of the Guided imagery technique on reducing patient pain with Angina pectoris as evidenced by changes in pain scale.

Keywords: Angina pectoris, Guided imagery, Pain.

 

Abstrak

Permasalahan utama pada Angina pectoris adalah nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen. Terapi non farmakologi merupakan suatu keputusan untuk membantu terapi farmakologi dalam menurunkan skala nyeri secara cepat salah satunya dengan teknik Guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Guided imagery terhadap penurunan                 nyeri pasien dengan Angina pectoris di Ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi, Surakarta tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pra eksperimen dengan jenis one-grup pra post-test design. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah Standar Operational Procedure Guided imagery dan lembar observasi yang meliputi nama, umur, jenis kelamin dan skala nyeri sebelum serta setelah dilakukan teknik Guided imagery. Subyek pada penelitian ini adalah pasien Angina pectoris sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon.  Hasil analisa data pada 40 responden yang diberikan relaksasi Guided imagery menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dibuktikan dengan nilai significancy 0,000, dimana nilai p < 0,05 sehingga H0 ditolak. Ada pengaruh teknik Guided imagery terhadap penurunan nyeri pasien dengan Angina pectoris dibuktikan dengan perubahan skala nyeri.

Kata Kunci : Angina pectoris, Guided imagery, Nyeri

 

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Ri Tahun 2018. https://drive.google.com/drive/folders/1XYHFQuKucZIwmCADX5ff1aDhfJgqzI-l

Daud, I., Program, M., Keperawatan, S. I., Keperawatan, F., & Kesehatan, I. (2018). Comparison Of Therapy Guided Imagery With Slow Deep Breathing Relaxation In Reduce Please Patient Scale Laparatomi In Semicide Room Ulin Banjarmasin 2017 (Perbandingan Terapi Guided Imagery Dengan Slow Deep Breathing Relaksasi Dalam Menurunkan Skala Nyeri, 2(1), 2580-0078.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa. (2018). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Dinas Kesehatan ProvinsiJawaTengah.http://dinkesjatengprov.go.id/v2018/dokumen/profil_2018/mobile/index.html

Hall, J. E., & Guyton, A. C. (2014). Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Elsevier,Singapore.https://doi.org/10.1016/S0002-9440(10)63006-4

Kasron & Susilawati, 2017) Buku ajar anatomi fisiologi kardiovaskuler. Yogyakarta. Nuha Medika.



Kementerian Kesehatan RepublikIndonesia. (2014). Hipertensi. Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.https://doi.org/10.1177/109019817400200403

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi, Kemenkes Ingatkan Cerdik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://doi.org/351.077 Ind r

Niranjan Banik, Adam Koesoemadinata, Charles Wagner, Charles Inyang, H. B. (2013). No Title Стационарная медицинская помощь (основы организации), 01(02), 179–190. https://doi.org/10.1190/segam2013-0137.1

Patasik, C. K., Tangka, J., & Rottie, J. (2013). Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi

sectio caesare di irina D BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Ejurnal Keperawatan.

Rahayu, R. A. (2013). Gangguan Tidur Pada Usia Lanjut. Ilmu Penyakit Dalam. jilid i edisi v. Jakarta: Interna Publishing.

Saragih, H. S., Sauhur Hutagaol, H., (2016) . Effect Of Guided Imagery Relaxation On Premenstrual Syndrome In Adolescent. The Soedirman Journal of Nursing).

Shoimah, Nur. (2015). Pengaruh Teknik Guided imagery Terhadap Skala Nyeri Pasien AMI. Jurnal Keperawatan.01. (03). 180-183

Wood, D., & Patricolo, G. E. (2013). Using Guided Imagery in a Hospital Setting. Alternative and Complementary Therapies. https://doi.org/10.1089/act.2013.19604
Published
2021-04-30
Section
Articles